Taman Bungkul Surabaya

Taman yang berada di jalan protokol, yakni di Jalan Raya Darmo itu bernama Taman Bungkul. Area seluas 900 meter persegi sangat dirasakan manfaatnya bagi warga kota metropolitan Surabaya. Revitalisasi Taman Bungkul dengan konsep Sport, Education, dan Entertainment telah diresmikan sejak tanggal 21 Maret 2007. Taman ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti skateboard dan sepeda BMX track, jogging track,  open stage , akses internet nirkabel (Wi-Fi atau HotSpot), telepon umum, arena green park seperti kolam air mancur, dan area pujasera. Bahkan terdapat jalur bagi penyandang cacat agar mereka pun dapat ikut berekreasi.
tamanbungkul1
Di dalam taman tersebut terdapat sebuah makam.  Makam ini  adalah makam salah satu sunan yang menyebarkan Agama Islam di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya. Sunan tersebut adalah Sunan Mbah Bungkul

Makam Sunan Bungkul dengan gerbang paduraksa, yang membatasi bagian luar dengan bagian tengah makam. Gerbang paduraksa adalah gerbang dengan penutup di bagian atasnya, sedangkan candi bentar merupakan gerbang tanpa penutup.

makam-sunan-bungkul-2

Terdapat juga sebuah surau yang konon dibangun oleh Sunan Bungkul bersama dengan Raden Rahmat (Sunan Ampel).

KOnon
Sunan Bungkul adalah mertua dari Raden Paku atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Giri. Mbah Bungkul bernama Ki Ageng Supa. Sewaktu masuk Islam, berganti menjadi Ki Ageng Mahmuddin, hidup di masa Sunan Ampel pada 1400-1481. Supa mempunyai puteri bernama Dewi Wardah yang makamnya berada tepat di belakang Taman Bungkul Surabaya.

Satu cerita menarik tentang Ki Supa. Ki Supo ingin menikahkan puterinya, namun belum juga mendapatkan sosok lelaki yang sesuai. Dibuatlah sayembara, siapapun laki-laki yang dapat memetik delima yang tumbuh di kebunnya akan saya jodohkan dengan putriku Dewi Wardah. Banyak orang yang mencoba mengikuti sayembara itu, namun belum ada yang berhasil memetik buah delima. Bahkan sebagian dari mereka jatuh dan berakhir dengan kematian.

makam-sunan-bungkul

Pada suatu hari Raden Paku berjalan melewati pekarangan Ki Ageng Supo dimana terdapat pohon delima itu, sesampai di bawah pohon delima tiba-tiba pohon delima itu jatuh. Kemudian Raden Paku menyerahkan buah Delima tersebut kepada Sunan Ampel. Sunan Ampel berkata kepad Raden Paku “Berbahagialah engkau, karena sebentar lagi engkau akan diambil menantu oleh Ki Ageng Supo. Engkau akan dijodohkan dengan putri beliau yang bernama Dewi Wardah”

“Kanjeng Sunan, saya tidak mengerti apa maksud Kanjeng Sunan, bukankah sebentar lagi saya akan menikah dengan putri kanjeng Sunan”

“Agaknya ini sudah menjadi suratan takdir bahwa engkau akan mempunyai dua orang istri, putriku Dewi Murtosiah dan putri Ki Ageng Supo, Dewi Wardah” Kemudian Sunan Ampel menceritakan perihal sayembara yang telah dibuat Ki Ageng Supo. Raden Paku mengangguk-angguk mendengar cerita Sunan Ampel.

warung taman bungkul

1 Komentar (+add yours?)

  1. SONNEF
    Okt 28, 2013 @ 01:23:20

    Taman Bungkul sekarang ini memang terlihat KEREN. Semoga masyarakat yang sering berkunjung tidak lupa untuk menjaga kebersihan. Tidak buang sampah sembarangan.🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: