Tuhan (selalu) menjawab . . .

Tuhan bicaralah padaku . .
Burung camar berteriak lantang di angkasa
Namun aku tidak memperdulikan

Please . . . Tuhan bicaralah padaku
Hanya suara riak ombak menghantam biduk
Aku masih belum menyadari

Tuhan aku ingin melihatMU
Sinar mentari semakin terik menyengat
Ku cuma menepis peluh

Tuhan aku ingin merasakan kehangatanMU
Ku tak sadari selama ini berada di tengah2 keluarga yang mencintai
Sahabat yang selalu berbagi

Tuhan, adakah berita baik untukku
Setiap hari terima email
Menanyakan ini, itu . .
Ku malah segera menghapusnya
Tetangga datang minta bantuan
Ku malah mengeluh . . . .
Tanpa kusadari betapa orang2 membutuhkanku

Tuhan adakah kenikmatan dalam hidupku
Setiap hari selalu dijejali pekerjaan, diomeli boss
Tanpa kusadari bahwa itulah nikmat yang diberikan dari NYA

Aku benar-benar tidak menyadari bahwa semua tanyaku selalu dijawab olehNYA
Seringkali aku mengabaikan Anugrah dari NYA
Hanya karena anugrah itu tidak diberikan dalam bentuk yang kuinginkan dan kumengerti

Anugrah itu ternyata  seringkali datang dalam bentuk yang sederhana tanpa kita sadari  . . . .

bahkan tanpa kita minta . . . .

[one’s]

fishing spirit

1 Komentar (+add yours?)

  1. SONNEF
    Jul 04, 2012 @ 07:38:15

    Haduh… tulisanmu NUNJEK rasane. :)) tapi tetep cakep dan bagus, Wan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: