Catatan Kecil Sebuah Hati: NEGERI AKAL-AKALAN


Apa yang tidak bisa diakali oleh anak negeri ini? Hampir di tiap sisi dan bagian di kehidupan ini adalah ruang bagi mereka yang kreatif dalam mengeruk keuntungan. Serapat apa aturan main ditentukan, ada saja celah sempit yang didapatkan untuk berpat-gulipat asal dapat dengan segala siasat. Kalau sudah dapat, ditutup cepat rapat-rapat biar selamat. Kalau sampai terbongkar dan ketahuan, silat lidah seribusatu bahasa menari-narikan dalil pembenaran.

Pedagang mengakali barang dagangan, kontraktor mengakali bahan bangunan, Penyedia jasa telekomunikasi mengakali pulsa, pembuat undang-undang mengakali aturan, para penegak keadilan mengakali hukum, para penentu kebijakan mengakali kebijakan akal dan hati. Bahkan tidak jarang dana-dana kemanusian diakali tanpa peri kemanusiaan, dana-dana pendidikan diakali oleh mereka yang berpendidikan. Mari… mari kita telusuri celah dunia akal-akalan itu. Kita akan dibuat terkejut oleh dahsyatnya pat-gulipat akal-akalan manusia demi mendapatkan tumpukan rupiah.

Semua dilakukan dengan alasan-alasan pembenaran atas tiap tindakan. Tapi tentu kita tidak bisa menutup mata bahwa ini adalah negeri kaya dengan kenyataan banyak rakyatnya yang hidup nelangsa. Dan bilamana terus-menerus terabaikan dan diabaikan bisa berakibat tak semestinya. Rasa cinta dan percaya sudah berdiri di ujung tanduk yang retak.

Bila benar adanya… bahwa di tanah negeri gemah ripah loh jinawi ini, sifat akal-akalan telah membumi dan membudaya, lalu bagaimana mungkin kita berharap berkah atas rejeki dan karunia yang melimpah? Bahkan mungkin sudah bukan sekedar sesama manusia yang telah terakali dan diakali… Tuhan pun barangkali sudah coba diakali. Masalahnya adalah… mungkinkah Tuhan diakali?

Jakarta, 15 Oktober 2011
SONNEF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: