Catatan Kecil Sebuah Hati: SHOF

Ketika sholat di masjid, tentu kita pernah menyaksikan hamparan karpet dengan motif laksana sajadah yang ditata rapi memanjang. Secara otomatis kita berdiri dalam barisan shof mengikuti bentuk di atas karpet tersebut seolah itulah sajadah untuk para jamaah satu per satu. Shof tertata dengan rapi memang. Tapi perhatikan lebih seksama… apakah shof itu rapat? Padahal untuk kesempurnaan berjamaah, shof tidak hanya harus lurus, tapi juga harus rapat. Tidakkah setan bermain di sana untuk merusak kesempurnaan sholat berjamaah?

Suatu kali ketika Rasulullah SAW berjamaah bersama para Sahabat, Beliau melihat setan ada di sela-sela barisan yang longgar. Maka Beliau memerintahkan agar barisan diluruskan dan dirapatkan. Itulah sebabnya mengapa ketika sholat berjamaah shof harus dirapatkan dan diluruskan. Disamping demi kesempurnaan sholat, tentu agar setan tak memiliki ruang untuk merusak ibadah berjamaah kita.

Yang menjadi permasalahan sekarang adalah justru kita sering terjebak oleh motif-motif karpet semacam itu. Tergiring mengikutinya dan tanpa sadar membiarkan barisan sholat begitu longgar seolah kita tidak mau berdekatan atau merapat satu sama lain. Kalau di dalam sholat saja kita tidak mau merapatkan barisan, bagaimana di luar sholat?

Sobat, kerukunan dalam hidup ini begitu rentan karena kita tidak berupaya saling mendekat dan mengenal satu sama lain. Sehingga terbuka kemungkinan kita dengan mudah diadudomba. Diprovokasi.

SONNEF (Jakarta, 30 Juni 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: