Franky, Balada Surabaya

Franky Hubert Sahilatua (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus 1953 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 20 April 2011 pada umur 57 tahun) adalah penyanyi balada asal Surabaya. Pada masa Franky & JaneLirik lagu karya Franky cenderung pada pemujaan alam pada awalnya, misalnya pada lagu Musim Bunga dan Kepada Angin dan Burung. Namun demikian, seperti kebanyakan penulis lagu balada lain, Franky gemar pula “bercerita” mengenai kehidupan orang sehari-hari, seperti Perjalanan atau Bis Kota.


Sejak tahun 1990-an hingga sekarang, Franky banyak terlibat dalam aksi-aksi panggung bertema sosial dan nasionalisme. Ia aktif terlibat dalam masa peralihan politik dari Orde Baru menuju Reformasi, penentangan RUU APP, serta gerakan anti globalisasi.Pada Oktober 2010, Franky dinobatkan sebagai penerima penghargaan Lifetime Achievement Award yang diberikan SCTV Award 2010, atas semua perannya di dunia musik Indonesia.

Selamat jalan Balada Surabaya

1 Komentar (+add yours?)

  1. SONNEF
    Apr 28, 2011 @ 01:15:56

    Banyak lagu-lagu karya Franky yang aku suka. Seperti Perjalanan I & II, Kepada Angin dan Burung-burung, Lelaki dan Rembulan, Untukmu Gadisku, Lelaki dan Telaga, Purnama Jangan Berkeping, Perahu Retak, dan lain-lain.
    Jaman sekarang, tidak ada lagi penyanyi dengan syair-syair sebagaimana yang disenandungkan Franky (&Jane). Syair lagu jaman sekarang lebih banyak berkisah tentang perselingkuhan (krn jaman selingkuh???).

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: