Catatan Kecil Sebuah Hati: KOREK API


Ada sebuah nasehat dari Bapakku (semoga Allah merahmati beliau) yang disampaikan ketika aku sedang getol-getolnya aktif di organisasi keagamaan. Sebuah nasehat yang tidak hendak melarang aktifitasku tapi dimaksudkan untuk memberi rambu-rambu agar aku tak salah langkah. Kawan… ijinkan aku berbagi. Akan aku ceritakan nasehat singkat itu dalam kalimat lebih luas berdasarkan pemahamanku.
Agama itu ibarat korek api. Ada yang berbentuk batangan kayu dengan pemantik di ujungnya, ada yang berupa korek gas, batu titikan, atau bentuk-bentuk lainnya. Tujuannya adalah untuk menghadirkan api yang berfungsi menerangi dan menghangatkan. Menerangi agar jalan hidup kita terarah. Menghangatkan agar kita menjadi bijaksana. Di tangan orang yang salah maka korek api berubah menjadi alat untuk membakar, merusak, dan menyakiti. Korek api menjadi menakutkan. Api yang dihasilkannya menjadi ancaman.
Ketika engkau memegang korek api, pahami ia sebagaimana tujuan awalnya dia ada. Korek itu untuk menghadirkan api. Api digunakan untuk kebaikan kehidupan. Menerangi. Menghangatkan. Mematangkan. Maka beragamalah dengan bijak. Pahami agama sebagaimana tujuan agama itu diturunkan. Keselamatan dan kedamaian. Apa yang datangnya dari Allah adalah cinta dan kasih sayang. Rahmat seluruh alam.
(SONNEF – Jkt, 13-2-2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: