Catatan Kecil Sebuah Hati: DUNIA DALAM KACA

Di lapangan semen anak-anak main bola. Di rumah-rumah kaca bunga di tanam. Dan mungkin suatu hari nanti bukan lagi nasi yang kita makan, karena sawah ladang sudah lama menghilang. Ya… jaman memang jauh melanglang melenggang. Menggerus segala tanah lapang. Sejauh mata memandang adalah tiang-tiang pemancang adikarya manusia penggerak jaman. Tidak salah memang. Karena manusia adalah sang penguasa dunia sebagaimana kodratnya.

Namun demikian, tidak berlebihan juga kalau kita meminta sedikit ruang dibiarkan lapang. Berharap tanaman segar menghijau digoyang angin di bawah langit terbuka. Kita tentu tidak ingin mengenal capung dan kupu hanya sekedar lewat gambar. Mengetahui pohon pisang dari sebuah lukisan. Karena seindah apapun itu, tentu tak seelok aslinya.

Kawan, mari kita coba mengingat… masih kenalkah kita dengan pohon dan buah arbei? Buah arbei berwarna merah kehitaman dengan rasa asem manis, prentul-prentul sebesar kelingking… sekarang sulit sekali ditemukan. Langka. Masih ingat dengan mangga lalijiwo? Warnanya hijau tua, hampir bulat, rasanya manis meduk… sudah sulit ditemukan juga.

Ya… hidup dan kehidupan memang mengalami perubahan-perubahan secara pasti. Semoga saja kegiatan metamorfosis kehidupan ini (kehidupan kita), mengarah pasti kepada yang lebih indah. Indah Jiwa, Indah Rasa, Indah Raga, dan Indah Rupa. Bukan sekedar gambar dalam kaca.

(SONNEF – Jkt, 14-12-2010)

4 Komentar (+add yours?)

  1. dheeasy
    Des 15, 2010 @ 05:41:30

    namun pada siapa akhirnya kita meminta sedikit ruang dibiarkan lapang, bila kilauan uang lebih mempesona para pemilik lahan dan gerakan penghijauan hanya jadi ajang untuk jual tampang…

    _waduh, maaf saya jadi pesimis begini😦 _

    Balas

  2. arsosdasmax
    Jan 11, 2011 @ 08:26:47

    Buah kesemek, juwet, kinco… masih adakah? (baru nyadar kalo udah lamaaa banget gak nemuin dan nikmatin buah-buah itu sebagaimana waktu kecil dulu)

    Balas

  3. Udik Kidu
    Apr 26, 2011 @ 01:03:54

    Buah Manggis juga sudah susah dicari. Delima… malah aku tidak pernah lihat kayak apa rupanya.

    Balas

  4. SONNEF
    Agu 17, 2011 @ 05:04:21

    Masih ingat buah RUKEM? Bentuknya bulat sebesar kelereng. Kalau mau makan mesti ditekan-tekan atau di gelender lembut dengan telapak tangan, baru kemudian bisa dimakan. Rasanya manis-manis sepet. 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: