Renungan akhir tahun 2010

Berbahagia orang yang mengisi waktunya dengan ibadah kepada Allah. Berbahagialan orang yang menyibukan dirinya dengan ketaatan dan menghindari maksiat. Berbahagialah orang yang senantiasa memburu cinta dan ridla Allah pada seluruh aktifitas hidupnya.

Sesungguhnya dalam perjalanan waktu dan bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190)

Saudaraku, sebentar lagi tahun 2010 Masehi akan pergi meninggalkan kita dan tak kan pernah kembali. Yang telah kita  iperbuat sudah tercatat dengan rapi oleh dua malaikat yakni Roqib dan Atid tak ada kesalahan padanya. Al Infithaar: 10 “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu)”. Kelak, catatan itu akan ditunjukkan pada kita untuk kita pertanggungjawabkan. Jika baik, maka baik pula balasannya. Namun, jika buruk maka buruk pula balasan yang diperoleh.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Maka seseorang yang berakal hendaklah menginstropeksi dirinya, dan melihat urusannya. Jika sekiranya dia telah meninggalkan suatu kewajiban, maka segeralah bertaubat, lalu mencurahkan segenap kesungguhannya untuk memperbaikinya, meminta tolong kepada Allah untuk menyempurnakannya. Hendaknya dia selalu menimbang antara pemberian Allah dan karunia-Nya dengan kewajiban yang dilalaikannya, hal ini bisa menumbuhkan rasa malu kepada Allah.

“Jika sekiranya dia telah meninggalkan suatu kewajiban, maka segeralah bertaubat, lalu mencurahkan segenap kesungguhannya untuk memperbaikinya, meminta tolong kepada Allah untuk menyempurnakannya.”

Dan jika dia telah melakukan dosa, kemaksiatan, dan hal-hal yang haram segeralah ia meninggalkannya, bertaubat dengan sebenarnya, dan meninggalkan sebab dan perantara yang bisa membawanya kembali kepada penyimpangan.

Namun sekiranya dia termasuk orang yang diberi keistiqomahan oleh Allah, maka bersyukurlah kepada Allah dan mintalah untuk tetap istiqomah sampai akhir hidupnya.

“Imam al-Hasan al-Bashri pernah mengatakan, “sesungguhnya manusia adalah kumpulan hari-hari jika berlalu satu hari maka berlalu pula sebagian dari dirinya.”

Janganlah seperti orang yang melupakan Allah, tidak berdzikir dan tidak juga melaksanakan perintah Allah. Sebaliknya, dia selalu menuruti keinginan nafsu dan syahwatnya, maka hal itu tidak mendatangkan kebaikan untuknya. Bahkan Allah akan menjadikannya lupa untuk melakukan hal yang dibutuhkannya, lupa melakukan hal yang bermanfaat dan berguna untuknya, sehingga segala perbuatannya sia-sia. Maka dia rugi dunia dan akhirat

خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Al-Hajj: 11)

Semoga bermanfaat, amin…..
Wassalam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: