Grup Band Jalanan ‘Klantink’ arek-Suroboyo Bintang Indonesia Mencari Bakat

Klantink, dari Terminal Joyoboyo Nekat Ingin Ubah Nasib
Pemenang IMB Klantink. Ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) 2010 yang digelar Trans TV  Minggu (24/10/2010) tengah malam, akhirnya memilih Klantink. Kelompok pengamen jalanan asal Surabaya, Jawa Timur, ini mendapat poin 50,03 persen dari 1,53 juta SMS yang masuk.Meraih juara I dalam IMB 2010, Klantink berhak membawa pulang satu unit mobil Suzuki Splash, kontrak eksklusif dua tahun dan uang tunai 250 juta rupiah. Sementara itu, Putri Ayu menempati Runner Up II dalam IMB 2010 dengan point SMS 49,97 persen. Putri Ayu mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 150 juta.

MUSIK unik yang disajikan Klantink, seniman jalanan asal Surabaya, dalam ajang Indonesia Mencari Bakat cukup memikat. Tak hanya memikat hati pemirsa, tapi juga hati juri. Minggu lalu (29/8) grup berpersonel Wawan, Cak Mat, Lukin, Ndowe, dan Budi itu diselamatkan dari eliminasi oleh juri. Klantink dianggap memiliki bakat unik yang patut dipertahankan dalam kompetisi.”

Alhamdulillah. Sebenarnya kami sudah pasrah, tapi ternyata diselamatkan juri sampai akhirnya lolos,” kata Wawan. Kepiawaian para pengamen di Terminal Joyoboyo, Surabaya, tersebut dalam membuat musik memang unik. Bagi mereka, musik tidak hanya bisa diperdengarkan dari alat musik. Di tangan mereka, becak, panci, sampai gerobak siomay pun bisa mengalunkan nada indah.

Mengadu Nasib Ikuti Audisi Antri 7 jam
Lima pengamen jalanan yang biasa mangkal di Terminal Joyoboyo Surabaya itu kini menjadi bintang dan akrab dengan masyarakat yang biasa menyaksikan acara-acara di Trans TV. Padahal waktu mengikuti audisi Indonesia Mencari Bakat (IMB) yang digeber Trans TV di Surabaya akhir Februari silam, Wawan, Imam, Mat, Lukin, dan Budi hanya bermodal nekat. Budi menceritkan pada wartawan Surya di Studio Trans TV “Waktu itu Wawan mau pulang ke Batam dengar info dari radio. Setelah dia kasih tahu, maka kami putuskan ikut, jadi Wawan batal pulang sampai sekarang,”

Waktu audisi pun mereka sudah diuji kesabarannya dengan antre dari pukul 08.00 WIB. Pukul 15.00 mereka baru bisa masuk ke tempat audisi. “Tapi kami baru dapat giliran diuji di depan juri itu pukul tujuh malam. Wah, benar-benar tersiksa. Tapi ini hikmahnya,” tutur pengamen bertubuh paling tambun ini. Lantaran harus menunggu giliran hingga berjam-jam, mereka terpaksa libur mengamen. Padahal, itulah mata pencaharian mereka sehari-hari.  Tak habis akal, merekapun mengamen di lokasi audisi untuk mendapatkan uang. Meski tak ingat nominalnya, uang yang didapat bisa untuk membeli nasi dan rokok untuk mereka berlima. ”Karena lapar dan tidak punya uang, di sela-sela audisi kita ngamen di antara peserta,” katanya mengenang.

Bayar Carteran dengan Uang Receh
Cerita unik saaat mereka berangkat audisi. Budi mengatakan kisahnya “Kami carter angkot. Semula disuruh bayar Rp 100.000. Karena tahu kami ini pengamen, dikasih diskon oleh sopirnya cuma bayar Rp 50.000, tapi dia (sopirnya) bilang, ojok lali lo nek wis terkenal! Wah kami pasti nggak akan lupa jasa baiknya,” imbuh Budi sambil menambahkan waktu itu ongkos ke sopir angkot dibayar dengan uang koin recehan hasil mereka ngamen.

Sebagai pengamen jalanan mereka akrab dengan  kerasnya hidup di bawah terik mentari dan guyuran hujan  sejak 20 tahun silam. Tak luput pula tatapan sinis dan cercaan menimpa keseharian mereka yang rata-rata berusia 20-30 tahun ini. Juga  kejaran petugas Satpol PP dan polisi yang sering merazia di perempatan jalan tempat mereka nongkrong mencari rezeki. “Kami juga pernah diusir ketika akan mengisi sebuah hajatan manten oleh MC di acara tersebut. Padahal, kami jelas-jelas diundang oleh yang punya gawe. Tapi sebelum pintu masuk sudah disuruh pergi,” tutur Imam.

Mereka mengaku tak sempat mengenyam pendidikan formal hingga membawa mereka sebagai pengamen. Dan,  mereka tanpa malu menyebut diri mereka tak bisa menulis. “Kalau membaca masih bisa dikit-dikit, Mas. Tapi, nek dikongkon nulis cakarayam iku wis lumayan. Sebagian besar dari kami memang nggak bisa nulis. Bagi kami, meski nggak bisa nulis yang penting selalu berada di jalan yang benar!” tegas Budi

Kerendahan hati membawa Kesuksesan

Klantink mulai mencuri hati banyak pemirsa Indonesia. Kerendahan hati mereka juga menghasilkan banyak simpati yang membuat mereka mampu bertahan hingga posisi Grand Finalis besar IMB, terhitung pada awal September 2010. Klantink mempunyai kekhasan dengan musik mereka yang berbau keroncong, dan mereka bisa dengan apik membawakan lagu-lagu yang populer dengan genre lain ke dalam gaya bermusik mereka yang sederhana namun berkualitas.

Sukses Teraih

Sebagai pemenang IMB, Klantink  berhak mendapatkan hadiah utama yaitu sebuah mobil. Kelompok musik yang dulunya pengamen itu juga akan dikontrak Trans TV secara eksklusif. Head of Marketing and Public Relations Trans TV A Hadiansyah Lubis saat berbincang dengan detikhot Senin mengatakan “Para pemenang di bawah asuhan manajemen Trans TV tentunya kita akan persiapkan program-program yang terbaik buat mereka baik on air maupun off air,”

1 Komentar (+add yours?)

  1. SONNEF
    Nov 10, 2010 @ 00:47:43

    Semoga mereka tetap bersahaja disaat namanya semakin dikenal masyarakat. Klantink pancen enak :]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: